Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Friday, July 30, 2010

Agar Kencan Pertama Berjalan Sukses

Agar Kencan Pertama Berjalan Sukses
Kencan yang sukses dapat membuat hubungan berlanjut ke fase berikutnya. Namun tanpa disadari, Anda melakukan hal-hal yang membuat imej Anda menjadi buruk saat kencan berlangsung. Untuk itu, simak tips berikut agar kencan Anda menjadi sukses:

1. Jangan menggunakan baju yang terlalu seksi
Bagi sebagian pria, kehadiran wanita seksi di hadapannya terkadang membuatnya risih. Apalagi Anda berdua sedang menjalani kencan pertama, bisa-bisa dia "ill-feel" dengan Anda.

2. Riasan Simpel
Untuk riasan, gunakan make-up yang simpel. Simpel berarti pipi dan bibir merona dengan polesan lip gloss warna pink yang lembut. Hal ini akan lebih mengangkat penampilan Anda, dibanding berdandan dengan make-up menor.


3. Hindari menyebut nama pria lain
Menyebut nama pria lain atau Anda bercerita tentang mantan Anda dan bagaimana Anda putus dengan kekasih Anda pada masa silam, hanya akan merusak mood si dia. Lagipula cerita Anda di masa lalu tak penting untuknya. Mungkin Anda bermaksud ingin mencari simpati dari cerita tragis Anda dan mantan, namun percayalah, hal itu hanya membuat ia bosan mendengarkan cerita Anda.

4. Memilih obrolan yang ringan
Daripada membahas mantan Anda yang tidak penting, lebih baik membahas hal-hal yang menyenangkan. Obrolan yang berbau humor dirasa tepat pada kencan pertama. Tak hanya itu, suasana yang kaku akan pecah dengan gelak tawa Anda berdua.

5. Tatap matanya saat mengobrol
Menatap matanya saat ia sedang berbicara membuat ia merasa dihargai dan Anda akan lebih menyimak semua obrolannya. Tanggapilah setiap pembicaraannya dengan memberikan ekspresi atau sedikit berkomentar. Namun, perlu diperhatikan untuk kencan pertama sebaiknya hindari adu argumen, karena bisa-bisa membuat si dia kesal.(kik/fer)

Oleh Kiki Oktaviani - wolipop
Read more ...

Bila Bayi Terus Menangis

Bila Bayi Terus Menangis
Bayi terkadang bisa menangis tanpa henti yang membuat orangtua menjadi panik dan khawatir. Normalkah bayi yang menangis tanpa henti?

Jika bayi sudah diperiksa oleh dokter dan dinyatakan sehat, maka bayi yang sering menangis masih masuk ke dalam tahap normal.

Ada kecenderungan bayi akan memiliki tangisan yang berbeda jika sedang sakit atau merasa lapar, karena itu orangtua juga harus menggunakan nalurinya untuk menentukan apakah bayi harus diperiksa ke dokter atau tidak.

Dikutip dari Babycenter, Jumat (30/7/2010) sebuah penelitian menunjukkan bahwa menangis mengikuti pola perkembangan si bayi yang dikenal dengan kurva menangis (crying curve), yang terjadi selama beberapa bulan pertama kehidupan.

Biasanya bayi akan lebih sering menangis pada usia 2-3 minggu dan mencapai puncaknya saat usia 6-8 minggu. Kemudian setelah itu akan mulai menurun dan mencapai level terendahnya saat berusia 4 bulan.

Terkadang bayi lebih sering menangis pada sore menjelang malam hari. Hal ini dikarenakan pada saat itu bayi harus melepaskan ketegangannya setelah melewati hari yang panjang.

Bayi juga rentan mengalami kolik yang didefinisikan sebagai tangisan bayi yang tak terkendali. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan bahwa bayi kemungkinan mengalami kolik, yaitu bayi berusia kurang dari lima bulan, menangis selama lebih dari 3 jam dan berturut-turut selama tiga hari atau hingga mencapai seminggu.

Jika bayi menangis tanpa alasan yang jelas dan sulit untuk ditenangkan, sebaiknya orangtua tidak mengungkapkan rasa frustasinya dengan menggoyang-goyangkan bayinya. Karena jika terlalu keras menggoyang-goyangkan si bayi, bisa menyebabkan kerusakan otak dan dapat menyebabkan sindrom bayi terguncang (shaken baby syndrome).

Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi dengan orang lain terutama orangtuanya, hal ini dikarenakan bayi belum bisa berkomunikasi dengan cara yang lain. Bagi pasangan yang baru menjadi orangtua, tentu sulit untuk menafsirkan apa arti dari tangisan bayinya.

Ada 10 alasan yang menyebabkan bayi menangis, yaitu:
1. Bayi merasa lapar
2. Popok yang digunakannya sudah penuh atau kotor, sehingga ia merasa tidak nyaman.
3. Bayi mengantuk dan membutuhkan tidur.
4. Bayi ingin digendong.
5. Mengalami masalah pada perut, seperti kolik atau perut kembung.
6. Lingkungan sekitarnya terlalu dingin atau panas.
7. Merasa sempit atau terlalu kecil, baik pakaian yang digunakan atau tempat tidurnya.
8. Bayi akan tumbuh gigi
9. Menginginkan lebih banyak stimulasi atau rangsangan.
10. Bayi merasa tidak enak badan atau tidak nyaman.

Orangtua sebaiknya tidak membiarkan bayi terus menangis karena jika bayi semakin keras menangis bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres.

Jika kejadian ini berlangsung terus menerus maka bisa menghasilkan banyak hormon stres yang dapat merusak otak bayi.(ver/ir)

Oleh Vera Farah Bararah - detikHealth
Read more ...

Lelah, Malah Juara

Tim Barongsai PSMTI Tarakan Catat Prestasi Internasional
Tim Barongsai PSMTI Tarakan Catat Prestasi Internasional
Kelompok Barongsai PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Kota Tarakan baru saja menorehkan prestasi internasional beruntun.

Pada 22-25 Juli lalu, mereka terlebih dulu mengikuti "Genting Highland 9th International World Lion Dance Championship 2010", di Kuala Lumpur - Malaysia. Kejuaraan ini diikuti 28 tim dari 16 negara. Dan, tim barongsai PSMTI Tarakan berhasil masuk 10 besar tim terbaik.

Dari prestasi inilah, mereka dianggap lolos untuk berlaga di kejuaraan internasional lainnya di Singapura, yang digelar hanya berselang sehari. Yakni, kejuaran barongsai "World International Free Style Championship" pada 26 Juli.

Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates