Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Tuesday, February 24, 2009

Dahlan Iskan : Jeritan Listrik dari Kota di Sudut Negeri

Dahlan Iskan : Jeritan Listrik dari Kota di Sudut Negeri - Lupuzz TarakanSAYA ke Tarakan minggu lalu dan juga ke Nunukan. Yang tidak saya duga adalah ini: masyarakat lagi ribut (lagi) soal listrik yang mati terus. Di Tarakan ada pertanyaan besar, besar sekali, mengapa tidak mampu mengatasi krisis listrik. Pertanyaan itu besar sekali karena PLN di Tarakan sudah dibuat berbeda dengan PLN di daerah-daerah lain di Indonesia.

Status PLN di Tarakan (juga Batam) bukan lagi wilayah, atau cabang, atau pembantu cabang. PLN di Tarakan adalah PLN yang statusnya sudah mandiri. PLN-nya sudah berbentuk perusaan sendiri: PT PLN Tarakan. Di Tarakan PLN-nya sudah punya direktur sendiri, komisaris sendiri, dan organisasi sendiri.

Pertanyaan besarnya: mengapa direksinya tidak bisa membuat keputusan? Mengapa komisarisnya tidak menegur direksi yang tidak membuat keputusan? Atau, kalau direksinya sudah membuat keputusan, mengapa komisarisnya diam?

PLN di Tarakan bukanlah cabang atau wilayah, yang untuk memutuskan masih memerlukan petunjuk, atau arahan, atau sinyal, atau kerdipan, atau bisik-bisik, atau suara-suara gaib, atau apa pun dari atasannya. PLN di Tarakan tidak punya atasan. PLN Tarakan adalah atasan itu sendiri.

Kalau PLN Tarakan tidak bisa dan tidak mampu membuat keputusan, untuk apa PT PLN Tarakan diadakan? Bubarkan saja! Kembalikan saja statusnya sebagai cabang. Atau bahkan tidak perlu ada PLN agar masyarakat atau pemda punya inisiatif sendiri untuk mengatasi kebutuhan listriknya.

Tarakan bukan kota besar yang masyarakatnya tidak mampu mendirikan pembangkit listrik sendiri: asal diberi kesempatan untuk itu. PLN, kalau merasa tidak mampu, sebaiknya menyerah: lempar handuk. Jangan mengira hanya PLN yang bisa memproduksi listrik.

Masalahnya adalah hanya PLN yang diberi wewenang untuk mengatur listrik. Coba pemerintah beri satu contoh wilayah kecil seperti Tarakan untuk mengatasi listrik sendiri. Pasti bisa lebih baik. Apa pun jalannya.

Saya seperti menangis ketika berada di Tarakan minggu lalu. Saya membayangkan pemdanya yang sangat bergairah membangun sampai-sampai ingin membuat Tarakan sebagai Singapura mini. Saya membayangkan pengusahanya yang demikian antusias untuk berinvestasi di Tarakan, padahal banyak tempat lain yang bisa ditanami modal dengan hasil yang lebih baik. Saya membayangkan betapa bangganya orang Tarakan akan kotanya yang berkembang pesat belakangan ini. Semua itu seperti disiram air keras oleh PLN: ludes.

Memang, PLN rugi besar dengan tarif listrik semurah sekarang. Saya tahu itu. Tapi, persoalan pokoknya bukan karena tarifnya murah. Persoalan pokoknya adalah ongkos produksi PLN yang mahal!

Bahwa mengapa PLN memilih pembangkit yang ongkos produksinya mahal, itu bukanlah urusan rakyat. Rakyat tidak tahu itu! Itu urusan PLN sendiri. Rakyat Tarakan pernah membuktikan (8 tahun lalu) mau membayar tarif listrik termahal di Indonesia. Tidak apa-apa. Sampai-sampai waktu itu Tarakan dijadikan contoh nasional bahwa tarif listrik tinggi bisa diterima masyarakat asal pelayanan listriknya baik.

Tapi, ternyata kenaikan itu tidak digunakan sebagai kesempatan untuk mengatasi persoalan PLN secara mendasar. Kenaikan itu hanya bertujuan untuk mengatasi persoalan sementara. Hanya untuk menerima investor hit and run. Karena itu, kali ini, meski wali kota minta-minta ada lagi kenaikan tarif seperti dulu, sebaiknya jangan diterima dulu. Tolak dulu. Harus ada bukti bahwa kenaikan itu nanti untuk mengatasi persoalan yang lebih permanen.

Mengapa dengan kenaikan yang hebat dulu itu PLN tidak mampu mengadakan pembangkit yang ongkosnya murah? Mengapa kesempatan saat itu tidak digunakan untuk menarik investor yang mau membangun pembangkit yang ongkos operasionalnya murah? Mengapa kenaikan tarif saat itu justru hanya untuk menarik investor yang mendatangkan mesin jenis aneh - yang hanya cocok untuk situasi darurat? Bahkan, mengapa kalau ada orang yang mau membangun pembangkit dengan ongkos operasional murah -seperti yang saya lakukan di PLTU Embalut dekat Samarinda- tidak mendapat respons yang memadai?

Karena itu, kalau PLN Tarakan yang sudah berbentuk PT (perseroan terbatas) tidak mampu mengambil keputusan, benar-benar harus dibahas: untuk apa ada PT? Apakah PT PLN Tarakan sebenarnya hanya boneka dari monster PLN saja? (*)
Read more ...

Thursday, February 12, 2009

Buat Hari Valentine Jadi Menyenangkan

Buat Hari Valentine Jadi Menyenangkan - Lupuzz Tarakan BlogspotBanyak yang menilai bahwa hari Valentine hanya untuk seseorang yang punya pasangan. Namun sesungguhnya siapapun bisa menikmati valentine. Asal tahu caranya.

Bagaimanapun keadaan Anda, berpasangan atau jomblo, jangan jadikan hari Valentine Anda menjadi suram. Anda bisa membuat hari itu jadi menyenangkan. Ini tipsnya!

Jika Anda tengah menyukai seseorang, nyatakan cinta Anda!. Tunggu apa lagi? Hari valentine adalah saat yang tepat bagi Anda untuk mengungkapkan seluruh perasaan Anda pada seseorang yang spesial.

Jika Anda memiliki pasangan, buat hari Valentine menjadi indah. Berikan hadiah khusus baginya. Perlakukan pasangan Anda dengan spesial. Bahagiakan dia.

Bagi Anda para jomblo, jangan merasa sendirian! Manfaatkanlah hari Valentine ini untuk berbagi kasih dengan orang dekat. Jika biasanya Anda tak sempat membahagiakan orang tua, ini saatnya!

Anda juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kurang beruntung, seperti yatim piatu atau korban bencana alam. Jadikan diri Anda berarti untuk orang lain di hari Valentine.

Yang paling penting, jangan menghancurkan hati siapapun di hari Valentine, termasuk binatang peliharaan Anda. Sebarlah kebahagiaan di hari Kasih Sayang! (kee/kee)

Oleh Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Read more ...

Wednesday, February 11, 2009

Tanker Tabrakan, Ribuan Ton Minyak Tumpah

Tanker Tabrakan, Ribuan Ton Minyak Tumpah - Lupuzz Tarakan BlogspotDUBAI - Satu kapal tanker terbakar setelah bertabrakan dengan kapal lainnya di lepas, kemarin, di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab. Akibat tabrakan ini, dua kru kapal terluka.

"Untungnya tak ada korban jiwa," kata Sarah Lockie, operator kapal DP World. Sarah tak bisa menjelaskan detail dari peristiwa tabrakan itu. Namun dikatakannya, api sudah bisa dipadamkan.

Yang jelas ribuan ton minyak tumpah dan mencemari laut. Helikopter polisi dan kapal dari penjaga pantai Uni Emirat Arab langsung menuju lokasi tabrakan dua kapal itu. "Lalu lintas kapal sudah lancar," kata seorang pejabat. Belum ada kejelasan apa nama kapal itu. Yang jelas, kapal itu memuat sekitar 30.000 ton minyak. Kabarnya kapal itu berbendera Malta, dengan nama Kashmir. Tapi ada kabar pula, nama kapal itu Sima Saba atau Sima Saman. Milik perusahaan Simatech Shipping LLC. (yahoo)

Sumber Radar Tarakan (Rabu, 11 Februari 2009)
Read more ...

Walikota "Semprot" Petugas Kebersihan Stadion

Walikota Semprot Petugas Kebersihan Stadion - Lupuzz Tarakan BlogspotTARAKAN - Sekilas melihat halaman Stadion Datu Adil berhamburan sampah hingga siang kemarin, Wali Kota Tarakan Jusuf S.K. dibuat geram. Secara spontan, dia langsung menegur keras petugas kebersihan stadion yang jumlahnya 8 orang. Bahkan, jika kinerja mereka menurun karena malas seperti ini, Jusuf mengancam akan memecat mereka.

"Hal yang wajar orang tua harus marah kepada anaknya. Seorang kepala daerah juga harus marah kepada bawahannya. Inikan masalah kebersihan sampah. Padahal jika sampah itu mereka sapu sebentar saja dengan sapu lidi sudah bersih," kesal Jusuf kepada wartawan usai menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh petugas kebersihan dan sejumlah staf KONI di Stadion Datu Adil kemarin.

Menurut Jusuf, kepedulian para petugas kebersihan ini masih sangat kurang. Bahkan, mereka tidak memiliki ketelitian melihat mana yang bersih dan mana tempat yang tidak bersih. "Mestinya tidak ada hal-hal yang seperti itu," tegas Jusuf.

Untuk kelalaian ini, wali kota langsung memberikan peringatan keras kepada para petugas kebersihan di stadion. Menanggapi hal ini, Ketua KONI Ahmad Gazali yang sehari-harinya ngantor dan mengurus manajemen di stadion ini mengaku setiap kali hujan turun, para petugas kebersihan ini selalu membersihkan sampah yang berserakan.

"Sebenarnya setiap kali hujan dibersihkan. Namun, hujan kemarin mereka lupa membersihkan," ujar Gazali. Kepada Radar Tarakan, Gazali mengatakan dia pun memberikan peringatan keras kepada petugas kebersihan stadion. "Itu sudah tanggung jawab mereka," serunya.

Bahkan, lanjut Gazali, dirinya diinstruksikan wali kota untuk memberhentikan petugas kebersihan yang malas. "Saya akan evaluasi sampai bulan Maret ini. Kalau masih malas, ya diberhentikan," tegasnya. (ddq)

Sumber Radar Tarakan (Rabu, 11 Februari 2009)
Read more ...

Monday, February 9, 2009

Ingin Punya Bayi Lebih Tinggi? Berjemur Saja!

Ingin punya anak dengan postur tubuh lebih tinggi dan bertulang kuat. Coba berjemur. Menurut penelitian, berjemur saat hamil bisa membuat calon bayi lebih tinggi.

Sebuah penelitian dilakukan oleh peneliti asa Universitas Bristol, Inggris. Mereka membandingkan bayi-bayi yang lahir di Inggris setiap musimnya. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa bayi yang dikandung di musim panas mempunya struktur tulang lebih kuat dan tinggi.

Salah seorang peneliti, Sally Watson, yang dikutip detikhot dari Telegraph, Rabu (4/2/2009) mengungkapkan bahwa sinar ultra violet alami dari mataharilah penyebabnya.

Menurut Sally, harusnya orang-orang tak perlu terlalu khawatir akan kanker kulit akibat sinar matahari. Karena UVA dan UVB dari sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Dari hasil penelitian, bayi-bayi yang dikandung saat musim panas lebih tinggi beberapa sentimeter dari bayi-bayi yang dikandung di musim minim matahari. Tak hanya itu, saat diperiksa dengan X-ray, tulang mereka lebih kokoh dan kuat.

Jadi jangan takut dengan sinar matahari!(kee/kee)

Oleh Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Read more ...

Buat Kencan Pertama Jadi Menyenangkan

Mempersiapkan kencan pertama memang tak mudah. Kadang hal-hal kecil namun penting justru terlupakan. Kencan pun berantakan. Yuk buat kencan Anda jadi menyenangkan!

Kencan tak harus identik dengan romantis atau berdua-duaan. Menyenangkan pasangan di kencan pertama, wajib hukumnya. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk membuat kencan pertama menjadi menyenangkan.

1. Hitung budget Anda. Sesuaikan budget dengan rencana kencan. Jangan sampai membuat Anda terpaksa meninggalkan kartu identitas karena tak punya cukup uang untuk membayar.
2. Cari tahu kegemaran pasangan. Sesuaikan hobi atau kegiatan favoritnya dengan rencana kencan.
3. Kreatif. Makan malam atau nonton sangat biasa dalam kencan pertama. Cari kegiatan lain yang lebih fun!
4. Kegiatan seperti main game di game center, bowling, atau sekedar bersepeda santai atau memancing bisa menjadi kencan yang menyenangkan.
5. Sesuaikan pakaian dengan rencana kencan. Jangan dandan terlalu berlebihan dan membuat pasangan Anda kaget atau syok.
6. Yang paling penting, perhantikan setiap tindak tanduk serta body language teman kencan Anda. Lihat apa dia merasa enjoy atau malah tidak nyaman. Jika teman kencan Anda tampak bosan, tak ada salahnya untuk menanyakan keinginannya.

Selamat mencoba!(kee/kee)

OLeh Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Read more ...

Tuesday, February 3, 2009

Otonomi Award 2009 dengan Tambahan Parameter Baru

Otonomi Award 2009 akan dilaksanakan Mei nanti. Ada inovasi baru kategoti award. Sarana dan Prasarana Umum ditiadakan. Diganti kategori Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Untuk parameter Performa Politik, kategori Pelembagaan Politik diganti dengan Kinerja DPRD Kabupaten/Kota.

---

Rabu pekan lalu (28/1), langkah awal tahap pelaksanaan Otonomi Award 2009 dimulai. Di hadapan beberapa kepala daerah dan perwakilan 38 kabupaten-kota di Jawa Timur, JPIP menyosialisasikan parameter dan indikator Otonomi Award 2009.

Acara sosialisasi di Graha Pena, Jawa Pos itu sekaligus dirangkai dengan dialog publik bertema Menyelaraskan Penanganan Korupsi dan Memacu Inovasi di Daerah.

Hadir sebagai narasumber, antara lain, Ketua KPK Antasari Azhar, Deputi Kepala BPKP Djadja Sukirman, Kepala Kanwil BPK di Surabaya Zindar Kar Marbun, Bupati Sragen Untung Wiyono, dan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi.

Dialog publik itu merupakan salah satu bentuk komitmen keberpihakan JPIP pada daerah. Sebab, akhir-akhir ini pemerintah daerah seolah malas berinovasi mengembangkan daerah. Alasannya, takut berurusan dengan penegak hukum karena pemerintah daerah menjadi salah satu target pemberantasan korupsi. Padahal, inovasi merupakan kunci dalam setiap parameter dan indikator Otonomi Award JPIP.

Sejak didirikan pada 1 April 2001, JPIP secara intensif memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan otonomi daerah. Setiap tahun, lembaga yang didirikan Jawa Pos ini mengumumkan peringkat kabupaten-kota sesuai paremeter dan indikator. Bagi kabupaten-kota yang berada di peringkat teratas pada setiap indikator, JPIP memberikan penghargaan tertinggi berupa Otonomi Award.

Tahun ini, untuk kali ke delapan, JPIP akan mengukur kinerja pemerintah kabupaten-kota dalam mengelola otonomi daerah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ada tambahan satu parameter khusus, yakni tentang sanitasi. Dengan demikian, tahun ini JPIP akan mengukur kinerja pemerintah daerah pada lima parameter utama dan satu parameter khusus.

Pertama, parameter pengembangan ekonomi (economic development). Pada parameter ini JPIP melihat kinerja pemerintah daerah dalam tiga indikator. Yakni, pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Artinya, JPIP mengukur kinerja pemerintah daerah dalam mengupayakan pertumbuhan ekonomi di daerah. Juga dilihat bagaimana upaya pemerintah daerah memeratakan distribusi ekonomi hingga ke pelosok-pelosok. Dengan demikian, pembangunan tidak terhenti di pusat kabupaten-kota saja.

Terkait pemberdayaan ekonomi, peneliti JPIP akan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang program/kebijakan pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi dan menyiasati keterbatasan ekonomi lokal. Semakin terintegrasi upaya memacu pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan ekonomi lokal, nilai daerah semakin tinggi.

Kedua, parameter pelayanan publik (public services). Parameter ini terbagi menjadi tiga indikator. Yakni, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi. JPIP akan memberikan apresiasi yang tinggi pada pemerintah daerah jika bisa membuat terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, dan penyederhanaan layanan administrasi di daerah. Bukan hanya menjalankan program pusat. Masing-masing indikator dinilai secara khusus oleh peneliti JPIP yang turun ke daerah selama satu minggu penuh.

Ketiga, parameter kinerja politik lokal. Ada tiga indikator untuk melihat kondisi politik lokal suatu daerah. Yakni, dalam bidang partisipasi publik, akuntabilitas, dan kinerja DPRD.

Otonomi daerah telah memberikan kewenangan yang luas bagi pemerintah daerah. Karena itu, harus ada terobosan yang berarti dalam bidang pelibatan masyarakat dalam membangun daerah, pemda berani transparan pada publik, dan DPRD harus berperan sebagaimana fungsinya, terutama dalam pengawasan pembangunan.

Kinerja DPRD ini penting untuk dicermati. Sebab, selama ini lembaga yang mempunyai fungsi pengawasan ini justru tidak ada yang mengawasi. Akibatnya, sering wadah legislatif daerah itu justru menjadi ikon buruk otonomi daerah. Ini terjadi karena seringnya mereka terjerat kasus korupsi, terlibat konflik dengan kepala daerah, dan pertikaian antaranggota di dalamnya. JPIP akan memberi nilai tinggi bagi daerah yang mampu menunjukkan kinerja politik itu.

Keempat, parameter pengentasan kemiskinan. Pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara terpusat (baca: Jakarta) terbukti tidak berjalan secara optimal. Sebab, yang paling tahu siapa orang miskin dan di mana tempatnya pastilah orang daerah sendiri. Karena itu, pengentasan kemiskinan membutuhkan sentuhan lokal yang terintegrasi. Bukan hanya soal menaikkan pendapatan ekonomi, tetapi juga mempermudah akses pelayanan publik dan memberdayakannya secara politik.

Kelima, parameter pengelolaan lingkungan hidup. Kekhawatiran pemerhati lingkungan tentang dampak desentralisasi terhadap lingkungan di daerah cukup beralasan. Pasalnya, setelah diberi kewenangan yang besar, pemda akan serta merta memanfaatkannya untuk kegiatan yang tidak ramah lingkungan. Misalnya, untuk meningkatkan PAD, pemda memberi banyak izin pada penambang galian C tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.

Ilustrasi itu, sepertinya, cukup mewakili untuk mengatakan keterkaitan erat antara desentralisasi dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. Ini karena desentralisasi menjadi titik awal dari pengelolaan lingkungan yang bisa menciptakan dua kondisi berbeda.

Kondisi lingkungan akan menjadi rusak karena desentralisasi, atau sebaliknya akan menjadi lebih baik. Namun, mungkin pula, terjadi stagnasi pengelolaan lingkungan.

Karena itu, JPIP akan mengapresiasi tinggi pemda -lewat terobosan kebijakan yang dimiliki- yang mampu memanfaatkan kewenangan yang besar itu untuk pemerataan akses sumber daya alam, menjaga kelestariannya, dan mengintegrasikan pengelolaan lingkungan hidup. Sebab, daerahlah yang paling tahu tentang tingkat kerusakan dan bahaya lingkungan hidup di daerahnya. (mk/redhi setiadi, email: redhi@jpip.or.id)

Sumber Jawa Pos (Senin, 02 Februari 2009)

Read more ...

Mau Tidur Nyenyak? Menikah Saja!

Susah tidur nyenyak? Lupakan cara-cara lama seperti menghitung jumlah domba. Mau tahu cara membuat tidur nyenyak lebih enak? Menikah saja!

Sebuah penelitian membuktikan bahwa perempuan yang menikah dan bahagia lebih nyenyak tidurnya dibandingkan perempuan yang masih lajang. Penelitian itu dilakukan di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.

Jumlah perempuan yang susah tidur biasanya lebih banyak dari laki-laki. Masalah laki-laki saat tidur biasanya mendengkur dan gangguan pernapasan. Sedangkan pada perempuan, masalahnya lebih kompleks.

Penelitian itu menjadikan 1.938 perempuan dengan usia 42-52 tahun. Dikutip detikhot dari Fox, Jumat (30/1/2009) para perempuan tersebut diberi pertanyaan mendalam mengenai kebahagiaan hubungan, pernikahan serta masalah tidur mereka.

Dari penelitian itu terbukti, para perempuan yang menikah dan bahagia ternyata bisa mengeyahkan pikiran-pikiran yang membuat tidur mereka tidak nyenyak, seperti masalah ekonomi, dan sebagainya.

Selain itu, hidup mereka yang lebih teratur seperti jumlah konsumsi kafein serta ritme seks yang teratur juga merupakan alasan mengapa tidur perempuan menjadi lebih nyenyak. (kee/kee)

Oleh Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Read more ...

Main Lumpur Bikin Sehat

Jangan lagi larang anak Anda untuk bermain di lumpur tanpa alas kaki. Karena menuru seorang ahli, lumpur bisa menambah sistem kekebalan tubuh.

Selama ini lumpur identik dengan kotor dan sumber penyakit. Diare dan cacingan adalah beberapa penyakit yang disebabkan karena seseorang suka bermain di lumpur tanpa alas kaki.

Namun seorang ahli mikrobiologi, Mary Ruebush menulis dalam sebuah bukunya yang berjudul 'Why Dirt Is Good'. Di buku tersebut, Mary mengungkapkan beberapa manfaat lumpur bagi kesehatan.

Di dalam bukunya yang detikhot kutip dari Fox, Senin (2/2/2009), Mary menjelaskan bahwa lumpur bisa membuat sistem kekebalan tubuh seseorang semakin kuat. Tak hanya itu, lumpur tersebut juga mengajarkan tubuh untuk menolak segala penyakit yang akan datang.

Hal itu dibenarkan oleh Dr. Joel V. Weinstock dari Universitas Boston, serta Dr. David Elliott dari Universitas Iowa, Amerika Serikat. Menurut penelitian yang mereka lakukan, anak-anak yang tumbuh di daerah peternakan dan sering bermain lumpur memiliki sistem kekebalan tubuh empat kali lebih kuat dari anak-anak lain.

Jadi, siap bermain lumpur?(kee/kee)

Oleh Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates