Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Wednesday, January 7, 2009

PU Intens Uji Coba

Terkait Kesiapan Penerapan Tender Online
TARAKAN – Rencana Pemkot Tarakan meluncurkan penerapan sistem tender online pada Sabtu (10/1) seperti disampaikan Wali Kota Tarakan Jusuf S.K kemarin di Radar Tarakan, disikapi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota (DPUTK) sebagai hal yang perlu disikapi dengan cermat.

"Kami upayakan pada hari itu bisa terlaksana. Kami berusaha coba jalan terus," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Tarakan Jamaludin.

Saat ini, mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU itu mengatakan, pihaknya terus melakukan stimulus-stimulus dalam membiasakan penerapan sistem tender yang kali pertamanya ini di lingkup Pemkot Tarakan. Uji coba pun pernah melibatkan rekanan-rekanan melalui asosiasi kontraktor ini.

Mekanisme pelaksanaan tender nanti, kata Jamaludin, akan tetap didahulukan pengumumannya melalui media setempat. "Pengumuman tetap melalui media koran, sedangkan pendaftarannya melalui internet," jelas Jamaluddin.

Kesiapan sumber daya manusia di DPUTK, jelas Jamal sudah siap. Sistem kepanitaan pelelangan yang masuk dalam tender online ini tetap seperti kepanitiaan biasanya. Ia pun yakin proses tender ini dinyatakan siap saat peluncurannya Sabtu mendatang.

Kesiapan ini juga dipengaruhi karena faktor SDM dan perangkat keras seperti komputer beserta jaringannya telah terpenuhi di DPUTK.

Hingga saat ini, pemerintah melalui dinas ini belum mendapatkan kritik tentang rencana tender sistem online ini. "Malah beberapa diantara mereka sudah biasa mengikuti tender seperti ini yang biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta," jelas Jamaludin.

Secara terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Muhammad Amin Tansi mendukung rencana tersebut. Tapi dia juga mengeritik pemkot yang tidak memberitahukan jauh-jauh hari kepada pihaknya jika ingin menerapkan program tender online ini.

"Informasi bahwa akan diterapkannya tender online baru diterima kemarin, inipun setelah membaca koran harian pagi Radar Tarakan," kata Amin Tansi.

Yang menjadi masalah ungkapnya yakni para rekanan yang tidak mengetahui sama sekali masalah tender online. "Bagaimana mereka ingin menjalankan pekerjaan tersebut kalau cara kerja sistemnya tidak diketahui," tuturnya

Sebagai solusinya sebelum tender online diterapkan nanti, dirinya mengharapkan kepada Pemkot Tarakan agar segera memberikan pelatihan tentang tender online kepada semua rekanan-rekanan. Hal ini dimaksudkannya agar ketika mulai diterapkan tidak ada lagi terjadi kesalahan yang mengakibatkan komplainnya para rekanan kepada pihak Pemkot Tarakan.

Menurut Amin, dengan sisa waktu 3 hari, sangat cukup memberikan pelatihan kepada para rekanan.

"Tidak ada kata terlambat, yang penting pemerintah mau melakukannya. namun sebaliknya jika sudah diterapkan tender online baru ingin dilaksanakan pelatihan itu sudah terlambat, dan saya tidak setuju itu," tegasnya. (ash/kik)

Sumber Radar Tarakan (Rabu, 7 Januari 2009)

4 comments:

  1. hi....
    wah bagus ni konten blognya, informasi yang bermanfaat, numpang promosi ya, bagi friend - friend yang lagi panas - panas mencari informasi tentang bisnis internet apa yang bagus untuk di ikuti, masuk aja ke blog saya di sini atau di : http://listbusinesslegal.blogspot.com
    business information marketing and the list of companies online legal in the eyes of the law
    di sana menyediakan informasi tentang bisnis - bisnis yang hanya membayar kita, dan banyak lagi berita lainnya, terima kasih

    ReplyDelete
  2. kalau bisa proyek jangan pakai tender, lebih bagus penunjukan langsung akan menghemat uang negara.

    ReplyDelete
  3. waahh masalah gini belum ngerti bagnettt.. tapi kalo nggak ngerti ko komentar ya...

    baru tahuu,..informatif banget mas..!!

    ReplyDelete
  4. Rada bingung liat blognya..

    ReplyDelete

Designed By Published.. Blogger Templates