Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Friday, December 12, 2008

Kenaikan TDL di Bawah Rp 250/Kwh

Wali Kota: Seharga Seperempat Batang Lilin
TARAKAN - Pemkot Tarakan tampaknya tetap berupaya menggolkan usulan PT PLN Tarakan melakukan penyesuaian tarif dasar listrik (TDL). Pemkot tetap meyakini kenaikan TDL sebagai solusi mengakhiri krisis listrik yang terjadi di Tarakan saat ini.

Wali Kota Tarakan Jusuf SK mengaku, dalam waktu satu dua hari ini akan membicarakan hal ini dengan anggota DPRD Kota Tarakan. "Kami dari pemerintah kota akan rapat dengan dewan untuk membicarakan masalah tersebut, karena ada satu kesepakatan yang bagus dengan PLN," jelasnya.

Wali kota menjelaskan, dirinya menganggap kesepakatan itu bagus karena rencana kenaikan TDL tidak akan diberlakukan untuk semua pelanggan.

"Untuk pelanggan yang penggunaannya 4-6 ampere ke bawah tidak dikenakan (kenaikan TDL, Red.), tetapi hanya diberlakukan kepada pelanggan yang beban dayanya di atas 6 ampere," sebut Jusuf SK.

Itu pun, lanjut Jusuf, kenaikan TDL yang diusulkan tidak terlalu besar: "hanya" di bawah Rp 250 per-kilowatt hour (Kwh).

"Kalau kenaikannya Rp250/Kwh berarti hanya (seharga, Red.) seperempat batang lilin. Dengan adanya kenaikan ini maka PLN akan mendatangkan pembangkit yang baru," paparnya.

Disampaikan, pembangkit baru yang akan didatangkan nantinya diperkirakan bisa bertahan sampai 5 tahun ke depan. Sambil bertahan dengan pembangkit baru dimaksud, diharapkan pemerintahan yang baru ini bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarakan.

Wali kota menegaskan, tidak ada cara lain untuk memenuhi pasokan listrik di masa depan adalah dengan membangun PLTU, walaupun untuk membangunnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Ia menyebutkan, untuk membangun PLTU berkapasitas 1 Mega Watt (MW) membutuhkan dana sebesar US$ 1,5 juta. "Jadi kalau kita membangun 30 MW, tentunya harus menyiapkan dana sebesar US$ 45 juta atau setara Rp 450 miliar," kata Wali Kota Jusuf SK.

Ia mengklaim, hanya dengan cara inilah kondisi kelistrikan di Tarakan bisa dipertahankan. Disinggung keberadaan PT Cahaya Sakti di Kampung Satu yang sebelumnya dianggap bisa mensuplai gas ke PT PLN Tarakan guna kepentingan pembangkit listrik, wali kota mengaku tidak bisa mencampuri.

"Untuk (PT) Cahaya Sakti sama sekali kita tidak ada urusan, karena itu swasta penuh, maka siapa pun tidak bisa mencampuri urusannya," tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini TDL untuk golongan pelanggan sosial tegangan rendah adalah Rp 420/Kwh dan tegangan tinggi/menengah Rp 460/Kwh. Untuk pelanggan rumah tangga bervariasi antara Rp 530-700/Kwh. Pelanggan komersial dikenakan tarif antara Rp 515-590/Kwh, untuk pelanggan publik dikenakan tarif Rp 750/Kwh dan tarif multiguna dikenakan tarif Rp 1.415/Kwh. (noi)

Sumber Radar Tarakan (Rabu, 10 Desember 2008)

4 comments:

  1. nice blog. btw, klo bisa link afsyuhud.blogspot diganti ke fatihsyuhud.com. trims ya :)

    ReplyDelete
  2. saya menilainya BEDA, mungkin PLN setempat hanya membuat dan membentuk OPINI baru dimasyarakat, yaitu untuk menangani krisis dan Penambahan biaya Pembangkit,but.......

    Didalam misi itu ada sebuah Produk baru(nyelip) yaitu Listrik Digital, perubahan dari meteran Lama (klasik) menjadi Meteran digital.

    Itu juga kalau ga salah sih,.

    hehehe

    ReplyDelete
  3. Pagi....

    Link sudah dipasang, link balik ya... :)

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
  4. napa juga tdl harus naik,
    cz jadi susah nig ngatur duitnya

    ReplyDelete

Designed By Published.. Blogger Templates