Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Thursday, December 18, 2008

Awang Resmi Gubernur Kaltim

Mendagri Ingatkan Transparansi Keuangan Daerah
SAMARINDA - Perjalanan panjang suksesi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim periode 2008-2013 mencapai puncak, (17/12) kemarin. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto atas nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik kandidat terpilih Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy (AFI) sebagai gubernur dan wakil gubernur. Pelantikan di Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, Jl Teuku Umar Samarinda berlangsung khidmat dan tertib.

Mendagri Mardiyanto mengingatkan gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik, agar memimpin dengan sungguh-sungguh. Apalagi tugas yang diemban cukup berat.

Menurut dia, pengelolaan keuangan di daerah juga harus transparan dan akuntabilitas untuk kepentingan masyarakat. "Bangun komunikasi kepada semua pihak, perhatikan pembangunan di daerah perbatasan, dan sukseskan Pemilu 2009," kata Mardiyanto.


Disebutkan, Kaltim merupakan daerah yang kaya dengan beragam potensi. Di antaranya, pertambangan, industri dan perdagangan, perhotelan, serta pertanian. Potensi ini harus dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Perlu diketahui, bahwa setelah dilantik, saudara menjadi milik seluruh masyarakat Kaltim, bukan milik golongan tertentu. Karena itu semua tanggung jawab yang menyangkut wewenang kepala daerah, merupakan tugas yang harus saudara junjung setinggi-tingginya," ucap Mardiyanto dalam sambutannya.

Dicegat usai pelantikan, Mardiyanto mengatakan terlipilihnya AFI setelah melalui proses Pilkada Kaltim yang cukup panjang. Dikatakannya pilkada di Kaltim yang digelar dua putaran harus bisa menjadi cerminan bagi daerah lain. Sebab, selain aman dan kondusif, proses pilkada dua putaran di Kaltim merupakan yang pertama di Indonesia. "Pilkada di Kaltim harus jadi pembelajaran demokrasi yang patut ditiru daerah lain," tegas Mardiyanto.

Dalam kesempatan ini, Mardiyanto juga memuji keberhasilan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim yang telah memimpin Kaltim selama 5 bulan 17 hari.

Upacara sakral ini sepertinya tak dilewatkan, para pejabat Kaltim, tokoh Kaltim, dan tokoh nasional. Bahkan, tercatat, ada beberapa mantan menteri dan tokoh nasional yang cukup dekat dengan Awang ikut hadir. Seperti Akbar Tanjung, Sarwono Kusumaatmadja, Adi Sasono, Wismoyo Arismunandar, Bungaran Saragih, Surya Dharma Ali, dan pengusaha John Palinggi. Tampak pula, pakar komonikasi Effendi Gozali, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga pelawak kondang Nurul Komar, dan anggota DPR RI dari Partai Golkar Ruhut Sitompul.

Selain itu, unsur muspida provinsi dan kabupaten/kota juga hadir, KPU, dan Panitia Pengawas (Panwas). Termasuk bupati dan wali kota se-Kaltim serta para pentolan Organisasi Sosial Politik (Orsospol), Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Di luar gedung, tampak sejumlah karangan bunga ucapan selamat kepada AFI. Hal tersebut turut menyemarakkan suasana pelantikan yang juga dihadiri keluarga AFI.

Yang tak kalah menarik, tiga rival AFI pada suksesi pilgub lalu masing-masing pasangan Nusyirwan Ismail-Heru Bambang (Nusa Hebat), Achmad Amins-Hadi Mulyadi (Ahad), dan Jusuf SK-Luther Kombong (Julu) juga turut mengucapkan selamat kepada AFI. Semoga ini pertanda perbedaan yang muncul saat suksesi telah menjelma jadi kebersamaan untuk membangun Kaltim 5 tahun ke depan.

Bahkan, mantan calon gubernur dan wakil gubernur itu hadir sebelum acara pelantikan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Amins mengambil tempat duduk dipojok kiri depan bersama istri. Tiga kursi di samping kanan Amins, tampak Nusyirwan duduk berdekatan dengan Kajari Samarinda RA Sri Lestari Ujianti. Sementara Jusuf SK menempati kursi yang diapit Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam dan Plt Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor.

Suasana pelantikan sedikit lebih rileks, karena Ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim yang memimpin sidang paripurna pelantikan tersebut menyelingi kata pengantarnya dengan beberapa pantun, yang kerap mengundang tawa dan aplaus hadirin.

Menurut Herlan, ada beberapa keistimewaan di balik momentum yang sudah lama ditunggu warga Kaltim ini. Salah satunya, Awang Faroek dilantik jadi gubernur, sementara rival politiknya 2003 silam yang juga mantan Gubernur Kaltim Suwarna AF bebas bersyarat dari penjara, Lapas Cipinang, Jakarta Selasa (16/12). Hanya Suwarna tidak sempat hadir, tapi mantan wakilnya yang juga mantan gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh hadir.

Pada Pilgub Kaltim 2003, yang memilih ada 45 anggota DPRD Kaltim dan Awang Faroek kalah dengan skor 13:22 untuk Suwarna.

"Pak Awang yang berlatar belakang akademisi, politisi, dan birokrasi didampingi Pak Farid yang merupakan sosok agamis diharapkan mampu mengemban amanah rakyat. Melalui program-program seperti yang disampaikan saat kampanye dulu," kata Herlan.

Awang Faroek dan Farid Wadjdy dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 117/P Tahun 2008 tertanggal 12 Desember 2008 yang dibacakan Sekretaris DPRD Kaltim Fachruddin Djaprie. Setelah pengambilan sumpah dan janji gubernur dan wakil gubernur, dilanjutkan penyematan tanda jabatan kepada Awang Faroek dan Farid Wadjdy oleh Mendagri Mardiyanto. Kemudian, penandatanganan berita acara pelantikan diikuti serah-terima jabatan dari Pj Gubernur Tarmizi Abdul Karim kepada Awang Faroek.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltim Amelia Faroek oleh Ketua TP-PKK Pusat Evi Mardiyanto di Lamin Etam. Di sana Awang Faroek menyampaikan sambutan pertamanya selaku gubernur Kaltim. Dia meminta kepada TP-PKK Kaltim agar menyingkronkan program kerjanya dengan program pemerintah. Malam harinya (tadi malam) di Lamin Etam juga digelar pisah sambut gubernur dan wakil gubernur. Kemudian, malam nanti di Kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda ada syukuran Kalima beserta segenap pengusung dan pendukung AFI jadi gubernur dan wakil gubernur.

BUPATI KUTIM

Dilantiknya Awang Faroek Ishak sebagai gubernur Kaltim periode 2008-2013 otomatis membuat kursi Bupati Kutim lowong. Pemerintahan sementara di kabupaten itu di bawah kendali pelaksana tugas (Plt) Bupati Isran Noor, yang juga wakil Bupati Kutim. Saat dikonfirmasi hal itu, Asisten Ketataprajaan Sekprov Kaltim Sjachruddin menjelaskan, hari ini (Kamis, 18 Desember) baru akan digelar paripurna DPRD Kutim terkait pengusulan pengangkatan Isran Noor sebagai bupati Kutim.

Hasil paripurna itu kemudian disampaikan ke Pemprov Kaltim, untuk diteruskan ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri). "Nanti, ada keputusan dari Depdagri untuk pengangkatan dan pelantikan bupati oleh gubernur," kata Sjachruddin, seraya mengisyaratkan bahwa proses ini tidak bakal memakan waktu lama karena prosedurnya sudah jelas.(kri/gs/kpnn)

Pembangunan Perbatasan, PR Awang-Farid

SAMARINDA – Pembangunan kawasan perbatasan menjadi satu sektor pembangunan yang menjadi perhatian serius pada kepemimpinan Awang Faroek Ishak. Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto mengungkapkan, amanat dari Undang-undang No. 34 tahun 2008 tentang Wilayah Negara, mengamanatkan hal tersebut untuk segera direalisasikan.

Mardiyanto mengatakan, dalam pasal 19 UU tersebut mengharuskan adanya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pembentukan Badan Koordinasi Pengelola kawasan perbatasan. Menurutnya hal itu menjadi satu terobosan dalam pengelolaan kawasan perbatasan yang diakuinya selama ini masih mengalami berbagai kendala. Salah satunya adalah formula yang disusun selama ini masih terpaku pada kebijakan pemerintah pusat.

Hal itu dinilainya kurang bisa mengakomodir seluruh kepentingan masayrakat khususnya yang ada di kawawsan perbatasan. "Tujuan utama pembangunan kawasan perbatasan adalah menciptakan masyarakat yang memiliki ketahanan sosial dan ekonomi. Itu yang harus diutamakan," ucapnya.

Dari undang-undang itu, menurut Mardiyanto nantinya akan memberi banyak peluang pemerintah daerah mengelola pembangunan kawasan perbatasan. Kaltim dinilai mantan Gubernur Jawa Tengah ini memiliki kepentingan yang langsung dengan pembangunan kawasan perbatasan ini. Ia juga mengharapkan nantinya elemen pemerintah di Kaltim bisa memberikan formulasi, seperti apa pembangunan kawasan perbatasan yang lebih mengakomodir kepentingan rakyat.

"Bentuknya seperti apa, nantinya akan dibahas setelah PP itu dikeluarkan. Terutama masalah sistem dan prosdur badan pengelola. Karena sistem dan prosedur ini juga menyangkut masalah anggaran. Kami juga menyipakan, dari proyeksi APBN 2009, nantinya juga menyangkut pembangunan kawasan perbatasan," ujarnya.

KELUARKAN SK PJ BUPATI KUKAR

Mengenai Pj Bupati Kukar, Mardiyanto mengatakan sudah mengeluarkan surat keputusan tentang hal itu, untuk secepatnya dilantik oleh Awang Faroek. Mardiyanto menganggap, Pj Bupati Kukar posisinya sangat penting untuk melanjutkan pemerintahan. "Ini kaitannya Kukar yang juga membutuhkan APBD. Dalam waktu dekat, Pj Bupati akan dilantik Pak Awang," ucapnya.

Hanya saja tentang siapa orang yang dimaksud, Mardiyanto belum bisa memberikan nama pasti. Termasuk juga tentang kapan pelantikannya. Ia hany mengatakan, jika Pj sifatnya hanya sementara. Pemerintahan definitif menurutnya lebih diutamakan. Namun kemungkinan yang bisa muncul, Pj Bupati Kukar akan menjabat dalam waktu yang relatif lama. Pasalnya pada 2009, tidak ada pemilihan kepala daerah. "Lebih cepat lebih baik. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kondusifitas Kukar," ucapnya. (*/obi)

Sumber Radar Tarakan (Kamis, 18 Desember 2008)

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Blogger Templates