Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Tuesday, October 23, 2007

Jadi Penyelamat? Kenapa Tidak!

Bersepeda, menghindari AC dan merawat kendaraan bermotor selain menyehatkan juga bermanfaat bagi lingkungan. Jadilah penyelamat bagi diri dan bumi Anda sendiri.

Bayangkan kita hidup di atas sampan. Seperti Kevin Costner dalam film Waterworld yang ngetop di tahun 1995. Dari makan, minum, mandi, dagang, cuci baju sampai bermesraan, dilakukan di atas sampan. Sampan yang bisa kita arahkan ke mana saja kita mau. One stop shopping. Adventure banget. Namun, ada banyak hal yang tak bisa kita lakukan. Misalnya, mengendarai mobil, lari pagi, berjalan-jalan, main bola, nge-mall dan aktifitas lainnya. Itulah yang akan terjadi jika es di kutub utara dan selatan mencair seluruhnya. Bumi menjadi lautan maha besar. Manusia yang selamat hidup di atas air, yang apes tenggelam.

Diam tapi pasti, bayangan ini semakin nyata. Pelan namun terjadi, es di kutub sudah mulai mencair dan air laut kian meninggi. Inilah bayangan suram masa depan umat manusia yang disebut pemanasan global.

Pemanasan global, atau istilah ngetop-nya global warming adalah keadaan di mana suhu rata-rata permukaan bumi meningkat. Hal ini akibat aktivitas manusia yang melepaskan sejumlah gas efek rumah kaca ke atmosfer, sehingga pola iklim dunia berubah. Jadi jelas, ada komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu pemanasan global, gas rumah kaca dan perubahan iklim.

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di bumi yang dihasilkan dari aktivitas manusia maupun aktivitas alami, sebenarnya fungsi gas-gas rumah kaca itu adalah sebagai penghangat suhu bumi, sehingga bumi dapat dihuni oleh beragam makhluk hidup karena kondisi hangat merupakan kondisi ideal bagi makhluk hidup untuk hidup dan berkembangbiak. Tanpa gas rumah kaca, bumi menjadi dingin. Begitu dinginnya, sampai tidak semua mahluk hidup bisa bertahan.

Sebaliknya, gas rumah kaca yang berlebih menyebabkan suhu bumi berlebih.
Sinar matahari yang semestinya dipantulkan kembali ke angkasa tertahan oleh gas rumah kaca yang terdapat di lapisan atmosfer dan kembali dipantulkan kembali ke bumi, sehingga suhu bumi menjadi semakin panas karena sinar matahari yang sudah berada di atmosfer bumi tidak ada yang dapat keluar ke angkasa, sementara sinar yang masuk semakin bertambah.

Istilah efek rumah kaca sendiri mengacu pada kejadian di rumah kaca. Rumah kaca merupakan kondisi yang sengaja direkayasa untuk memaksimalkan manfaat sinar matahari untuk pertumbuhan tanaman, sehingga fenomena meningkatnya suhu bumi dikenal juga sebagai efek rumah kaca atau green house effect dan gas-gas yang menghalangi sinar matahari keluar dari lapisan atmosfer bumi disebut sebagai gas rumah kaca.

Bumi yang makin memanas, memunculkan beragam permasalahan baru bagi umat manusia. Di satu sisi dunia, pemanasan global menyebabkan curah hujan sangat tinggi dan berkepanjangan. Sehingga peluang banjir dan tanah longsor menjadi sangat besar. Sebaliknya, di bagian dunia lain, muncul kemarau panjang. Tanah-tanah kering, krisis air berkepanjangan serta proses penggurunan permukaan bumi berjalan.

Di samping itu, pemanasan global membuat naiknya permukaan laut karena mencairnya es di kutub. Dampaknya, kota-ota di pesisir mulai tenggelam, pulau-pulau kecil menghilang.

Pemanasan global juga menyebabkan musim panas datang lebih cepat dan kedatangan musim tidak dapat diduga. Hal ini mengganggu waktu bercocok tanam para petani dan mengganggu keseimbangan keanekaragaman hayati. Kebakaran hutan lebih sering lagi terjadi karena suhu udara tinggi sementara kelembaban rendah. Pada akhirnya, umat manusia yang akan menjadi korban.

Mulai dari banyaknya panen yang gagal, kekeringan, banjir, kebakaran hutan yang tidak dapat diduga, munculnya jenis-jenis penyakit baru dan peningkatan jumlah nyamuk pembawa bibit penyakit. Di sisi lain, keanekaragaman hayati berkurang, sehingga sumber plasma nutfah yang berguna bagi manusia semakin menipis.

Namun, masalah pemanasan global, bisa ditekan lajunya dengan hal-hal sederhana. Berikut ini beberapa langkah mudah yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Coba lakukan hal di bawah ini:

1. Matikan AC, lampu, komputer dan monitornya , televisi atau alat listrik lainnya jika tidak dipergunakan.
2. Gunakan lampu hemat energi. Misalnya penggunaan lampu fluorescent spiral, lebih efisien 75% dibanding bohlam biasa.
3. Jika menggunakan AC, tutuplah semua jendela dan pintu, agar tidak ada pemborosan energi. Gunakan AC dalam suhu sewajarnya. Sebab, setiap 1,5 derajat Celcius kenaikan suhu udara menggunakan AC, setidaknya menghindari 1.000 kilogram pelepasan CO2 selama setahun.
4. Gunakan sepeda atau berjalan kaki jika bepergian jarak dekat, serta kendaraan umum atau gunakan mobil berombongan
5. Hemat air, gunakan air bekas cucian pakaian untuk mencuci kendaraan.
6. Pilih bangunan yang memiliki cukup penerangan dari sinar matahari pada siang hari dan memiliki cukup sirkulasi udara untuk menghemat penggunaan listrik.
7. Gunakan barang yang tidak mengandung CFC dan jenis gas rumah kaca lainnya.
8. Optimalkan pekarangan dan daerah terbuka dekat rumah untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Tanaman akan berfungsi sebagai penyerap CO2 terbesar dan sumber O2
9. Gunakan kembali barang-barang yang masih dapat dipergunakan, seperti botol air minum, atau kertas bekas dipakai di dua sisi. Satu kilogram kertas yang dipakai dua sisi dan digunakan sebagai amplop, bisa mencegah pelepasan CO2 sebanyak 2,5 kilogram.
10. Kurangi penggunaan barang yang tidak terlalu penting, seperti mengurangi penggunaan tisu dan mengganti dengan sapu tangan. Sebab, setiap kilogram sampah pribadi yang dibakar, menghasilkan 2 kilogram metana.
11. Pilah sampah di rumah, setidaknya antara sampah organik dan sampah non organik.
12. Rawatlah mesin kendaraan bermotor agar emisi gas buang kendaraan berada di bawah ambang batas yang ditentukan.
13. Membiarkan membiarkan burung, kupu-kupu atau kumbang tetap hidup secara alami, karena hewan-hewan tersebut membantu proses penyerbukan tanaman.
14. Sebarkan ajakan menyelamatkan lingkungan ke orang-orang sekitar Anda.

Lalu, apalagi yang kita tunggu?

Penulis: Edy Sutrisno, volunter Pendidikan Lingkungan Jakarta Green Monster (yla/yla)

Oleh Edy Sutrisno - detikHot

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Blogger Templates