Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Friday, August 24, 2007

Rush Hour 3: Seru Sekaligus Menggelitik

Jackie Chan mencoba menuai sukses duetnya bersama Chris Tucker. Keduanya boleh dibilang berumur, tapi tidak dengan 'Rush Hour 3' Film ini masih seru sekaligus menggelitik.

Jackie dan Chris punya 2 pembawaan yang berbeda. Jackie masih berperan sebagai inspektur Lee dan Chris sebagai detektif James Carter. Lee adalah sosok inspektur yang serius dan tegas tapi bisa diajak kompromi. Sementara James orang yang banyak bicara, asal namun keras kepala.

Kendati punya karakter yang bertolak belakang, keduanya mampu menyelesaikan sebuah kasus dengan baik. Tentu saja lewat cara mereka yang khas. Mungkin untuk yang satu itu bisa dibuktikan lewat 2 film sebelumnya, Rush Hour (1998) dan Rush Hour 2 (2001).

'Rush Hour 3' dimulai dengan keterlibatan Lee menjadi pengawal duta besar Han. Saat ia bertugas, duta besar Han malah tertembak. Lee terlihat aksi kejar-kejaran dengan si penembak ulung sementara James sibuk menahan 2 orang wanita cantik demi sebuah kencan.

Entah apa yang terjadi, Lee membiarkan si penembak jitu itu kabur. Terikat janji pada putri duta besar Han, Soo Yung (Zhang Jingchu) Lee dan James akhirnya berkolaborasi lagi menemukan dalang di balik peristiwa penembakan itu.

Keduanya pun akhirnya terseret ke Paris dan terlibat dalam kelompok penjahat kelas kakap Triads. Keduanya berhasil menyelesaikan teka-teki kejahatan Triads dengan baik. Hingga hal mengejutkan terjadi, seseorang menghianati mereka.

Tak hanya melulu berlaga, film ini juga menyuguhkan komedi yang segar. Sesekali Jackie juga bermain-main dengan kata dan membuat penonton tertawa. Apalagi tingkah dan kelakuan Chris yang seenak jidatnya itu.

Secara keseluruhan film ini boleh dibilang belum kehilangan auranya. Namun sayang, Jackie tak terlihat selincah sebelumnya. Kerutan-kerutan di wajah Jackie membuat kita ragu apakah ia mampu, tapi nyatanya Jackie masih memikat kendati demikian.

Adegan pertengkaran pun tak kalah hebohnya. Mereka tak hanya berantem di tempat biasa, melainkan memilih pemandangan terindah di kota Paris. Untuk sekedar hiburan pelepas lelah, film ini boleh jadi rekomendasi.

Tak hanya melulu adegan aksi dan komedi, di sini Jackie juga menunjukan sisi humanisnya sebagai makhluk sosial. Di mana ia harus memikirkan keluarga dan teman baik yang berada di sekelilingnya.

Teman mungkin status seumur hidup. Tapi bisakah seorang teman menjadi saudara yang baik? Jackie mencoba mempertahankannya namun apa yang terjadi kemudian. Pernahkah Anda juga menemukan seseorang teman sejati?

Sumber detikHot.com

2 comments:

  1. Hi friend,

    We are inviting you to read our article on Looking For A Long Lost Friend to help Sandy search for her long lost friend.

    You may post and copy the Looking For A Long Lost Friend post in your blog to help Sandy search for her friend and add our badge along with the article posted.

    We hope that your act of kindness will be rewarded.

    Thank you, friend
    Best Regards,
    NAFASG TEAM

    ReplyDelete
  2. Jadi takut nih :( om ku kena jantung.

    ReplyDelete

Designed By Published.. Blogger Templates