Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Tuesday, June 5, 2007

" Pengembangan Awal Butuh Rp 950 Juta "

Hutan Kota 2,7 Ha Disiapkan untuk Taman Medika.
TARAKAN - Untuk memanfatkan hutan kota yang berada di Jl Pulau Irian (belakang markas PMI Cabang Tarakan) dengan maksimal, dalam waktu dekat akan disulap menjadi Taman Medika. Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (Dinas Lisda), Ir Subono MT, kemarin.

Subono menjelaskan, hutan seluas sekitar 2,7 hektare yang diharapkan bisa digunakan sebagai Taman Medika pada tahun 2008 mendatang ini, nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas. Baik untuk anak-anak, pasien maupun masyarakat umum, seperti lintasan pejalan kaki atau jogging.

“Taman Medika ini juga bermanfaat untuk pasien RSUD yang diopname untuk refreshing. Karena hutan ini masih alami, belum tersentuh, sehingga udaranya masih segar. Untuk menjadikan Taman Medika, kita cukup merapikan dan melengkapi sarana dan prasarananya,” terangnya.

Selain itu, keberadaan Taman Medika juga bisa memiliki fungsi lingkungan baik langsung maupun tidak langsung. Fungsi tidak langsung bisa bermanfaat untuk mengendalikan banjir, pengaturan tata air, pengaturan iklim mikro, dan melestarikan flora dan fauna yang ada di dalam area milik RSUD Tarakan ini. Sedangkan secara tidak langsung, taman ini nantinya juga bisa digunakan untuk bermain anak-anak, khususnya out bond, penelitian, dan rekreasi.

“Untuk pengembangan awal taman ini dibutuhkan, dana sekitar Rp950 juta. Kita mengharapkan bisa terealisasi melalui anggaran belanja tambahan (ABT) 2007. Apakah dari provinsi maupun daerah. Karena ini juga merupakan aset provinsi,” terangnya.

Untuk sementara, dana yang sudah dikuncurkan yakni dana stimulan untuk penataan awal sebesar Rp25 Juta dari provinsi yang dipergunakan pembuatan plang, pembuatan jalan setapak, dan identifikasi keanekaragaman hayati yang ada di hutan ini. Juga beberapa kegiatan lainnya yang terkait dengan Taman Medika ini.

“Kita sedang melakukan perencanaan tahap awal dan melakukan identifikasi keanekaragaman hayati, dan menunggu penunjukan lokasi dari wali kota, serta membuat tata detail Tarakan Tengah,” jelas Subono.

Dari hasil identifikasi keanekaragam hayati ditemukan sekitar 30 spesies flora, dan sekitar 12 spesies fauna. Identifikasi ini sendiri akan kembali dilakukan, karena masih ada beberapa spesies baik flora maupun fauna yang belum diidentifikasi.

“Flora yang menonjol di hutan kota ini adalah pohon Beringin dan Kenangan,” sebutnya lagi.

Sementara itu, Lurah Kampung Satu/Skip, Sutrisno P SSos mengatakan hal yang sama. Menurutnya, dengan adanya wacana penataan hutan kota Kampung Satu menjadi Taman Medika ini, karena selain melestarikan hutan kota dengan penghijauan, hutan ini juga dapat digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat rekreasi tidak perlu jauh-jauh.

“Saya mendukung sekali, karena taman ini juga nantinya bisa dimanfaatkan untuk pasien RSUD Tarakan untuk melakukan refleksi, dengan harapan taman ini nantinya bisa dijaga dengan baik sehingga bisa dirasakan generasi berikutnya,” ujar Sutrisno.(ian)

Sumber berita n Foto Radar Tarakan

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Blogger Templates