Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Monday, June 4, 2007

" Keliling Kota dengan Ontel Tua "

TARAKAN - Tidak hanya klub-klub kendaraan bermotor yang terbentuk di Kota Tarakan, tapi klub yang baru terbentuk ini tergolong unik. Mereka menamakannya Wijaya Ontel Clun, sebuah klub pencinta sepeda ontel.

“Kita melihat Kota Tarakan penuh dengan asap dari berbagai kendaraan. Kondisi itulah yang membuat kami berinisiatif membuat klub sepeda ontel,” kata Ketua Wijaya Ontel Club, Suparno memberikan penjelasan tentang klub yang baru terbentuk tiga bulan lalu itu.

Selain itu juga, kata Suparno, ide membentuk Wijaya Ontel Club muncul dari banyak sepeda tua yang tidak dimanfaatkan, karena bersaing dengan keberadaan sepeda motor dan mobil dengan berbagai merk terkenal.

“Ini juga sebagai antisipasi kalau bahan bakar minyak (BBM) nanti langka di Tarakan,” katanya.

Wijaya Ontel Club mulai ada di Tarakan sejak 3 bulan yang lalu, tepatnya 1 Maret 2007. Dari anggota awal yang berjumlah 3 orang, kini berkembang menjadi 15 anggota. Tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung dengan klub sepeda tua ini dengan syarat punya sepeda tempo dulu.

“Awalnya cuma 3 orang saja, tapi karena banyak yang berminat mereka pun mencari sepeda ontel. Bahkan, ada yang membelinya,” tutur Suparno lagi.

Kegiatan yang diadakan oleh Wijaya Ontel Club ini setiap Minggu sore berkumpul di markas mereka di RT 2 Kelurahan Kampung Empat, dan secara bersama-sama berkeliling Tarakan. Selain itu juga, mereka mempunyai kegiatan kerja bakti bersama di RT 2 sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan agar bersih.

Kebanyakan dari mereka melihat sepeda ontel tidak dimanfaatkan, dan hanya disimpan di gudang saja untuk itu mereka berinisiatif memperbaiki agar bisa digunakan.

Selain sebagai salah satu kegiatan olahraga bersepeda, juga bisa mempererat silahturahmi antar anggota.

“Kami jarang olahraga karena sibuk bekerja, untuk itu melalui kegiatan ini kami bisa berolahraga sekaligus mempererat silaturahmi,” terangnya.

Untuk bersama-sama konvoi mereka menggunakan pakaian yang unik-unik, seperti baju pedesaan, baju koboi lengkap dengan topinya, bahkan pakaian adat masing-masing anggota.

“Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda di Tarakan, dan kami berpikir ini cukup unik di Tarakan,” kata Suparno.

Ada beberapa jenis sepeda yang cukup tua yang ada di club ini, di antaranya merk Banteng dan Phoenix. (*/aln)

Sumber Berita dan Foto RADAR TARAKAN

3 comments:

  1. speda ontel laki merek banteng buatan negara dan thn brp??
    dan merek sima??

    ReplyDelete
  2. aku juga punya ontel, sekarang ada d pulau sebatik,harganya ringgit malaysia : 15 000

    ReplyDelete
  3. ontel ku masi muda, belum tua ha ha ha ha !!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete

Designed By Published.. Blogger Templates