Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Monday, June 18, 2007

" Disiksa, TKW Nekat Melorot dari Lantai 15 "

KUALA LUMPUR - Kisah tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia kabur akibat disiksa majikan kembali terulang. Kali ini TKW nahas itu adalah Shamelin asal Sumatera. Dia nekat kabur dengan untaian kain dari jendela rumah majikannya di lantai 15 Kondominium Tamarind, Sentul Timur, Kuala Lumpur, Malaysia.

Tak kuat menahan siksaan majikan selama lima bulan, wanita berusia 33 tahun tersebut merancang aksi melarikan diri. Karena selalu dikunci di dalam apartemen, Shamelin terpikir kabur lewat jendela dengan membuat untaian tali dari seprai, gorden, tampar, dan pakaiannya.

Saat majikannya pergi, dia menjulurkan tali buatannya dan meniti sedikit demi sedikit. Lantai 14 dan 13 berhasil dia lalui. Ketika sampai di lantai 12, dia berhenti. Sambil memegangi tali buatannya, Shamelin berdiri di salah satu bagian dinding apartemen yang menonjol.

"Saya berhenti di lantai 12 karena ketika melihat ke bawah, saya baru sadar berada di tempat yang sangat tinggi," tutur Shamelin.

Kehebohan segera terjadi ketika sebagian penghuni apartemen menyaksikan peristiwa dramatis itu. Mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sementara penghuni lain menumpuk beberapa kasur di bagian bawah untuk mengantisipasi jika Shamelin terjatuh.

Petugas yang datang segera menyelamatkan Shamelin tanpa kesulitan. Dengan tubuh gemetar ketakutan, dia dibawa turun. "Majikan saya seorang perempuan berumur sekitar 30 tahun. Dia sangat kejam. Jika saya salah, dia akan memukul dan tidak memberi saya makan. Dia selalu mengunci saya dalam apartemen ketika dia pergi," cerita Shamelin kepada petugas sambil menangis.

Dia pun menunjukkan memar bekas pukulan di bagian wajah dan badan, serta bekas cekikan yang dilakukan juragannya. "Saya tidak tahan lagi. Saya hanya ingin pulang," ujarnya memelas.

Kepala Polisi Sektor Sentul ACP K. Kumaran menyatakan, pihaknya sudah memintai keterangan Shamelin untuk penyelidikan kasus tersebut. Dia tidak menjelaskan identitas majikan Shamelin, termasuk apakah majikan kejam itu ditangkap.

Saat dikonfirmasi tentang kaburnya TKW di Kuala Lumpur, pejabat Konsuler KBRI di Kuala Lumpur Slamet Noegroho membenarkan adanya kejadian tersebut. "Tapi, saya masih sebatas membaca berita dari koran," katanya saat dihubungi kemarin. Dia pun lantas mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur Teguh Hendro Cahyono.

Menurut Slamet, Teguh telah menjenguk Shamelin di sebuah rumah sakit kemarin. Atase ketenagakerjaan tersebut, beber dia, sudah meminta Kepolisian Kuala Lumpur mengusut tuntas kasus TKW malang itu. Namun, ketika dihubungi untuk konfirmasi, ponsel Teguh tidak aktif.

Slamet mengatakan, hingga kemarin pihak KBRI Kuala Lumpur belum memiliki data detail tentang TKW tersebut. Setali tiga uang, Jubir Deplu Kristiarto Legowo juga tidak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi tentang kasus tersebut.

Rupanya, kasus melarikan diri dari rumah majikan itu bukan hanya terjadi pada Shamelin. Berdasar data Departemen Tenaga Kerja Malaysia, ada 1.200 pembantu rumah tangga yang lari setiap bulan. Umumnya, mereka kabur dengan alasan gaji yang tidak seimbang dengan jumlah jam kerja dan tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar. (New Strait Times/any/nue)

Sumber JawaPos

2 comments:

  1. tragis banget ya nasib TKI di luar. ini bukan yg pertama kalinya, tapi kita berharap semoga gak lagi2 deh kejadian spt ini terulang.

    btw kalo gak salah di tv disebutin kalo TKI itu namanya Ceriyati asal Brebes.
    *maaf kalo salah :)

    ReplyDelete
  2. wahai saudara, sila lawat laman web. www.mvfra.org
    mungkin boleh mendapat gambaran yang jelas,,,kerana saya yang menyelamatkan gadis ini (yang Berbaju Hitam)

    Salam Dari Malaysia

    ReplyDelete

Designed By Published.. Blogger Templates