Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Wednesday, June 6, 2007

" 5 Masalah Penghancur Hubungan "

Ternyata setelah ditarik kesimpulan, variasi jumlah masalah yang kerap terjadi dalam rumah tangga sebenarnya tidak banyak. Ada lima hal yang umumnya sering terjadi dan selalu menggiring pasangan pada perceraian. Apa saja?

Dilansir ivillage, Selasa (5/6/2007) ada lima hal yang dianggap selalu menjadi masalah dalam pernikahan. Lima hal tersebut antara lain uang, adu pendapat, kurang seks, anak-anak, dan perselingkuhan. Ketika hal itu kerap terjadi, bukan berarti pernikahan harus diakhiri. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Selingkuh
Anda memergoki pasangan selingkuh? Tak perlu secepat itu mengucapkan kata berpisah. Memang pada beberapa kasus, perselingkuhan dilakukan untuk mengakhiri hubungan, tapi tak selalu demikian. Perselingkuhan sebenarnya bisa dilihat sebagai sinyal kalau ada yang tidak beres dalam hubungan Anda. Sinyal kalau pasangan Anda tidak bahagia.

Tapi bukan berarti dia ingin pergi. Jika Anda berhati besar dan membicarakan masalah ini dengan pasangan, bisa saja hubungan Anda terselamatkan. Lakukan perubahan-perubahan yang bisa membuat hubungan Anda bersemi seperti dulu. Dalam beberapa kasus perselingkuhan malah memperkuat hubungan karena baik suami atau istri harus sama-sama melakukan perubahan.
Yang sebaiknya Anda lakukan:
1. Anda pasti terkejut ketika mendengar kabar perselingkuhan pasangan. Jangan langsung membuat keputusan penting tentang masa depan rumah tangga Anda walaupun desakan dari orang sekitar sangat kuat.
2. Jika pernikahan ingin diselamatkan, pasangan Anda harus berjanji kalau ia akan berhenti menemui selingkuhannya itu. Kalau tidak, pilihan untuk meninggalkan dia bisa Anda pertimbangkan.
3. Ketika Anda sudah tenang, coba bicara baik-baik dengan pasangan. Cari tahu apa yang membuatnya berbuat demikian.
4. Tanyakan pada diri Anda sendiri, perubahan apa yangt harus dilakukan agar perselingkuhan tidak terjadi lagi.
5. Jika masih belum berhasil juga, minta bantuan profesional untuk melakukan konseling pernikahan.

Memperdebatkan Masalah Lama
Ada 2 alasan mengapa pasangan berdebat. Pertama, Anda atau pasangan mungkin tak punya kemampuan untuk meredakan konflik atau meredam perdebatan terhadap suatu masalah tertentu. Masalah yang pada awal-awal hubungan Anda abaikan saja. Tapi semakin jauh, masalah tersebut semakin menganggu dan perbedaan semakin terasa, Anda pun makin gerah. Ketika Anda mencoba menyelesaikan masalah tersebut, sudah terlambat, terlalu jauh, dan Anda sulit mengejarnya.

Alasan kedua adalah, Anda dan pasangan selalu memendam dan menghindar jika ada suatu masalah. Berharap semua akan baik-baik saja.
Berharap masalah akan selesai seiring dengan waktu. Pasangan Anda bukan paranormal, ia tidak bisa membaca pikiran Anda. Jangan takut untuk berbicara, jangan takut mengungkapkan perasaan. Jangan berharap waktu yang akan menyelesaikannya.

Jadi?
1. Temukan masalah yang selama ini bersembunyi di balik permukaan. Dengan mengetahui masalah-masalah yang mengganjal atau tersembunyi, hubungan Andan dan pasangan pastinya makin dekat.
2. Diskusikan bersama, jika tidak bisa, minta bantuan konselor profesional. Hidup ini tidak akan pernah lepas dari masalah, jadi percuma saja Anda kabur karena akan menemukannya lagi di lain hari.
3. Untuk masalah-masalah yang ringan, selesaikan dengan santai, bisa juga diakhiri dengan pelukan, bercanda, atau permintaan maaf yang tulus.
4. Nggak ada keputusan yang menyenangkan untuk kedua pihak. Anda dan pasangan tak bisa memaksakan penyelesaian sesuai dengan cara Anda. Belajarlah bernegosiasi, cari jalan tengah yang terbaik untuk Anda berdua.
5. Jangan tumpuk permasalahan, begitu ada kesempatan, selesaikan langsung masalah Anda. Jangan tunggu masalah menggunung.

Pasangan Ogah Ngeseks
Hasrat seksual adalah hal yang penting dalam suatu hubungan. Adalah hal yang normal jika hasrat tersebut meredup. Tapi bukan berarti hilang sama sekali. Kalau demikian yang terjadi, mungkin saja ada yang salah dalam hubungan Anda. Sebabnya bukan hanya karena ada masalah dalam hubungan Anda, tapi bisa juga karena penyakit, obat, kondisi mental seperti stress atau depresi.
Langkah penyelamatannya:
1. Ajak pasangan melakukan check-up. Untuk memeriksakan kesehatannya.
2. Jika kehilangan hasrat seks itu disebabkan karena kehilangan pekerjaan atau beberapa kegagalan dalam hidupnya, berikan dukungan pada pasangan Anda. Bangun kembali rasa percaya dirinya. Begitu dirinya mulai terangkat lagi, hasrat itu pasti juga akan muncul kembali.
3. Mungkin saja ada beberapa hal yang membuat pasangan Anda takut atau enggan untuk bercinta. Coba ajak dia bicara dan temukan jawabannya.
4. Hindari situasi stress sebanyak mungkin. Jika ada waktu santai, gunakan untuk berlibur atau rehat sejenak dari hal-hal yang bikin pusing sehari-hari.
5. Bisa saja pasangan Anda secara fisik merasa kurang percaya diri. Beri dia pujian atau ciptakan suasana yang membuat dia merasa seksi.

Anak-anak
Khususnya bagi orang tua tiri, anak-anak tiri kerap menjadi masalah. Menjadi orang tua tiri bisa menciptakan banyak masalah. Pasangan Anda pastinya ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya dan secara prinsip Anda setuju dengannya. Prakteknya, Anda kadang merasa terabaikan dan kadang terluka dengan prilaku sang anak. Emosi macam ini bisa menciptakan masalah dalam hubungan Anda.

Tak hanya anak tiri, anak sendiri juga kerap membuat pusing dan hubungan menegang. Mulai dari soal pendidikan anak hingga beda prinsip soal hukuman anak. Selain itu kehadiran anak juga kerap membuat perhatian untuk pasangan Anda berkurang.
Langkah-langkah damai:
1. Jangan berebut perhatian dengan anak tiri Anda. Sekali Anda melakukan ini, perang dengan si anak tiri tak akan berakhir.
2. Tak ada salahnya sekali-sekali mengalah demi perdamaian. Jangan terkesan arogan dan mau menang sendiri di depan mereka.
3. Jangan terlalu ambil serius sikap negatif mereka. Ketidaksukaan mereka bukanlah benar-benar pada Anda dan kemarahan mereka sebenarnya ditujukan pada orang tua mereka.
4. Jika tak berhasil juga, lebih baik Anda menyingkir. Biarkan mereka memiliki pasangan Anda sepenuhnya pada waktu tertentu. Sisa waktu lainnya, bisa dihabiskan dengan Anda.
5. Tak ada salahnya sekali-sekali Anda meninggalkan anak di rumah orang tua dan berlibur berdua. Tak perlu jauh-jauh, nonton bioskop atau pergi ke mal berdua juga bisa jadi liburan yang baik sehingga Anda berdua bisa fokus dan memberi perhatian penuh pada pasangan Anda.

Uang
Perencanaan keuangan adalah bagian penting dalam hidup, tapi kadang uang bukan hanya sekedar uang. Kadang masalahnya ada tentang kekuasaan. Kekuasaan mengatur uang dan membelanjakan uang sesuai dengan keinginan masing-masing. Setiap orang punya gaya yang berbeda dalam membelanjakan uangnya. Hal itu biasanya diwariskan dari didikan orang tua atau keluarga masing-masing.

Lalu apa?
1. Ingat-ingat bagaimana Anda diajarkan untuk mengatur uang, lalu pelajari juga cara pasangan Anda. Bersama, Anda pilih beberapa cara yang terbaik. Hal ini bisa menimbulkan perasaan dihargai pada pasangan Anda.
2. Jika penghasilan Anda tidak lebih besar dari pasangan Anda, sebaiknya Anda jangan terlalu sibuk mengatur. Hargai kontribusi dari pasangan Anda. Jangan maunya mengatur sendiri, bicarakan semuanya bersama karena setelah menikah tak ada lagi 'Aku' atau 'Kamu'.
3. Berikah pos-pos khusus pengeluaran yang bisa diatur sendiri oleh pasangan Anda. Misalnya untuk benda-benda pribadi atau belanja.
4. Jika masalah keuangan tiba-tiba menjadi masalah besar dalam beberapa bulan ini, coba pikirkan, apa yang sebenarnya terjadi. Apakah terjadi pergeseran kekuasaan dalam rumah tangga Anda. Pelajari hal-hal apa saja yang bisa memicu masalah ini. (fta/fta)

Oleh Puteri Fatia - detikHot Yulia Dian - detikHot

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Blogger Templates