Kota Tarakan     Komunitas Blog Tarakan     LPSE Tarakan

Breaking News

Tuesday, May 29, 2007

~~::.. ASMAUL HUSNA dan 198 Pasang Mata ..::~~

Asy Syams (Matahari)
Surah Ke-91 : (15 ayat)

Demi Matahari dan Sinarnya Di Pagi Hari
Demi Bulan apabila Mengiringi
Demi Siang Apabila Menampakkan Diri
Demi Malam Apabila Menutupi
Demi Langit dan Seluruh Binaannya ...
Demi Bumi dan Yang Ada Di Hamparannya
Demi Jiwa dan Segala Penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketakwaan
Beruntunglah bagi yang mensucikannya
Merugilah bagi yang mengotorinya

Disuatu pagi, air mata tumpah dari 198 pasang mata. Setelah 25 tahun, 30 tahun, 40 tahun, dan bahkan 50 tahun, sang pemilik baru menyadari betapa selama ini dirinya belum 'mengenal' siapa dirinya dan siapa yang selama ini disembahnya. Dalam setiap sholat, mereka mengaku bahwa "Allah Maha Besar". Namun ka'bah yang bersemayam di dalam hatinya masih penuh dengan berhala yang mereka 'besar'-kan: keangkuhan, keakuan, kesombongan, kepandaian, kecantikan, kekayaan, jabatan, anak, ... Sungguh mereka akan ngeri jika bisa melihat 'wujud' non-fisik dari berhala yang mereka pelihara. Sungguh menyeramkan. Selama ini pengakuan tersebut adalah pengakuan yang bohong!

Kedua mataku ada di antara pasangan mata itu. Dan mata hatiku ada di antara hati-hati yang diperlihatkan segala perbuatan yang selama ini telah dikerjakan oleh kedua tangan dan kakinya. Kesombongan pikiran, kerendahan nafsu pandangan, kemalasan dan kekosongan selama menghadapNya, kelalaian, satu per satu diputar dalam layar ingatan.

Tangan dan seluruh tubuh ini bergetar. Kulihat bumi yang kupijak, udara yang kuhirup, air yang membasuh tubuhku, semua memuji Sang Pencipta dengan nama-namaNya yang mulia (ASMAUL HUSNA): Yaa Wakiil (Maha Pemanggul), Yaa Hayyu (Maha Hidup), Yaa Muhyii (Maha Menghidupkan). Sungguh, kulihat kekuasaanNya selalu melingkupiku. Aku tidak bisa lari dari Nya. Namun apa yang selama ini aku perbuat tepat di depan MataNya? Allaaaaaaaaaaaaaahh.. aku malu padaMu... Allaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah... Aku tersungkur serendah-rendahnya.

=======
Copernicus digantung karena melawan pendapat gereja waktu itu. Dia sampaikan bahwa bumi yang dipijak manusia bukanlah pusat alam semesta. Bumi berputar mengelilingi matahari.

Sementara itu, 1400 tahun sebelumnya, seorang yang ummi (Rasullullah MUHAMMAD SAW) dari padang pasir menyampaikan kepada kaumnya tentang perputaran dan garis edar bumi, tentang bersatunya bumi dan langit yang kemudian dipisahkan, tentang sebuah ledakan hebat yang menampilkan pemandangan indah seperti bunga mawar merah.

Apa yang dikatakan orang-orang kepadanya waktu itu? "Sungguh, kau gila, kau pembohong!" Jika aku hidup di jamannya, mungkin aku termasuk orang-orang yang bicara begitu kepadanya. Bersyukur aku hidup sekarang, tatkala semua yang disampaikan sudah dibuktikan oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Aku tidak mengatakannya. Namun, dimana aku tempatkan kitab yang berisi kebenaran itu di hatiku? Hatiku diisi dengan rasa diri sudah benar, dan kadang merasa paling benar. Bukankah ini sama saja dengan bilang, "itu semua bohong"?

=======
Sungguh, semua yang ada di langit dan di bumi bersujud dan bertasbih kepadaNya dalam keadaan suka rela atau terpaksa. Manusia berjalan di atas bumi mengelilingi ka'bah. Bulan berputar mengelilingi bumi. Bumi berputar mengelilingi matahari. Matahari berputar mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti. Galaksi juga berputar mengelilingi pusat milyaran galaksi. Dalam atom-atom yang membentuk kulit, tulang, mata, rambut manusia, semua elektron berputar mengelilingi inti atom. Semua berputar dalam orbitnya. Semua bertasbih: Yaa Muhaimin (Maha Memelihara), Yaa Qohhaar (Maha Perkasa), Yaa Baari' (Maha Menata), Yaa Qoobidh (Maha Pengendali), Yaa Waasi' (Maha Luas), Yaa Kabiir (Maha Besar), ...

Namun apa yang dilihat oleh kedua mataku? Hanya benda-benda astronomi yang ukurannya masif (luar biasa besarnya)? Hanya atom, elektron, nuon? Dan tak pernah mata hatiku melihat semua itu bertasbih kepada-Nya seperti yang ditulis dalam kitab.Diriku yang seukuran debu pun tak akan tampak jika dilihat dari ujung lain bumi, apa lagi dari ujung galaksi. Sungguh diri ini tak mengenal siapa dirinya.

=======
Betapa diriku belum mengenal dirinya sendiri. Seperti orang gila yang tidak mengerti apa yang diucapkannya. Sebuah percakapan yang sangat agung dan paling istimewa diucapkannya dengan lalai setiap hari.

Dalam sebuah malam yang mulia, sang utusan menghadap Tuannya. Diucapkannya salam dengan penuh rindu dan cinta: "Segala keselamatan, barokah, kebahagiaan, dan kebaikan hanyalah bagi Tuanku."
Sang Tuan yang juga penuh rindu dan cinta menjawab salam sang kekasih, "Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu, wahai kekasihKu, berserta rahmat dan berkatNya."
Sang utusan yang berhati mulia, meski berjarak trilyunan tahun cahaya, tak pernah melupakan umatnya yang masih terlelap di bumi, "Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami dan juga kepada hamba-hamba-Mu yang soleh-soleh."
Para makhluk cahaya yang menyaksikan percakapan itu terharu melihat kemurahan Sang Tuan dan kemuliaan sang utusan. Mereka pun serentak mengucapkan, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya."

Namun, apa yang terlintas dalam hati dan pikiranku kala setiap hari kuucapkan percakapan agung itu? Bukankah aku tiada beda dengan orang-orang yang sakit jiwanya, tidak mengerti apa yang mereka ucapkan? Bagaimana bisa diriku yang sakit ini bisa merasa begitu benar dan urusannya melebihi luasnya alam semesta?

Yaa Rohman, Yaa Rohiim... sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan ijin dan hidayah dariMu, diri ini bisa mengenal dirinya. dalam sebuah sujud syukur. Engkau pun berkata, "HambaKu telah kembali memanggilKu."

Sedikit Kutipan dari Mas Ismail Fahmi dari Cafe Degromiest
Inilah Sedikit Coretan Pribadi Selama Menikuti Pelatihan ESQ

No comments:

Post a Comment

Designed By Published.. Blogger Templates